Tiga Imam Baru di Tahbiskan Uskup Ruteng

Keuskupan Ruteng-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat tiga imam baru yang ditahbiskan pada hari, Jumat, 18 November 2016, demikian laporan Floresa.co.
Ketiganya, Dominikus Risno Maden (Risno), Martinus Gunardi Kendo (Martin) dan Valerianus Paulinus Jempau (Lerry) menerima sakramen imamat dari Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng di di Gereja Paroki St. Maria Asumpta Katedral, Ruteng.
Rangkaian acara diawali dengan upacara penerimaan pada pukul 07.30 pagi, di mana ketiga imam baru ini beserta keluarga mereka diterima di depan Gereja.
Mereka kemudian bergerak ke Aula Misio, diiringi nyanyian lagu adat Manggarai, bunyi gong dan gendang.
Di Aula tersebut, secara resmi Uskup Leteng menerima imam baru beserta keluarga mereka dengan “kepok kapu,” acara penyambutan sesuai adat Manggarai saat menerima tamu.
Satu jam setelahnya, tepatnya pukul 08.30, Misa tahbisan dimulai, di mana dihadiri puluhan imam, biarawan-biarawati, keluarga imam baru serta siswa-siswa beberapa sekolah di Ruteng.
Dalam kotbahnya, Uskup Leteng memberi pesan tentang pentingnya menghayati dengan sungguh hidup doa dan kerja dalam mengarungi bahtera kehidupan, baik untuk imam baru maupun untuk seluruh umat yang hadir.
Sementara itu, Rm Risno, mewakili ketiga imam baru menegaskan besarnya campur tangan Allah dalam perjalanan panggilan mereka bertiga.
“Kami yakin, Allah tidak pernah salah memilih kami menjadi imam. Kami optimis, Allah selalu menyertai kami,” katanya.
Tahbisan, kata dia, merupakan awal dari perjalanan panjang mereka sebagaii perpanjangan tangan Allah di dunia.
“Kami pun memohon doa dan dukungan dari semua yang hadir untuk selalu doakan kami,” ujarnya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Manggarai, Bupati Kamelus Deno jmenyampaikan proficiat dan dukungan.
“Proficiat dan selama berbahagia untuk Keuskupan Ruteng, imam baru, keluarga dan bapa uskup yang telah membantu membangun Manggarai (yang) sejahtera dan maju”.
Peristiwa tahbisan itu, menurutnya, merupakan salah satu indikasi bahwa Manggarai adalah tempat subur panggilan para imam.
Misa tahbisan selesai sekitar pukul 11.30. Setelahnya, dilanjutkan resepsi di samping Gereja Kathedral dan ditutup dengan pawai menuju tempat resepsi masing-masing imam baru.
Ketiga imam baru ini merupakan alumni Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Presiden Jokowi Meminta Rakyat Indonesia Tetap Bersatu

Presiden Jokowi meminta kaum mayoritas dan minoritas di Indonesia untuk tetap bersatu dan tidak terpecah belah khusus terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti acara Rapimnas PAN di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu 13 November 2016 lalu.
Sebagaimana dilansir Detik.com, Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia tidak terpecah belah karena kasus Ahok. Menurutnya, hal itu sudah dalam proses hukum.
“Jangan sampai kita jadi terpecah belah. Kebersamaan kita sebagai bangsa jadi rusak, tidak utuh gara-gara sebetulnya persoalan yang itu sudah diproses dalam wilayah hukum,” katanya.
Jokowi juga menyoroti media sosial. Ia mengaku sudah sulit berkata-kata melihat interaksi yang ada di media sosial.
“Coba, saudara-saudaraku lihat, dalam sebulan ini, dalam dua minggu, 3 minggu ini bukalah medsos. Isinya, (melihat) isinya udah geleng-geleng saya. Kita tahu semuanya, Nabi mengajarkan pada kita akhlakul karimah, akhlak yang lembut. Begitu kita lihat di medsos, saling hujat, saling ejek, saling maki, fitnah, adu domba, memprovokasi,” ucap Jokowi menyayangkan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia secara hakikat adalah negara yang menghargai keberagaman. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga memiliki Pancasila yang menjadi ideologi dan kekuatan sebagai penyatu bangsa.
“Saya hanya ingin ingatkan kita semuanya. Kita punya Pancasila, ideologi kita, kekuatan sebagai alat pemersatu. Dan secara tegas, sistem ketatanegaraan kita sangat menghargai kebhinnekaan dan kemajemukan. Dan tugas kita adalah menjaga bersama,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga prinsip-prinsip Pancasila secara utuh. Dalam wujud keseharian, kata dia, perlu ada sikap saling menghargai dan menghormati.
“Yang mayoritas saya ajak untuk melindungi minoritas. Tapi yang minor juga hargai yang mayoritas. Ya sama-sama saling menghargai, saling menghormati,” katanya.
“Kita ini terdiri dari banyak suku. Banyak bahsa lokal. Data yang ada di saya, 340 bahasa lokal. Tapi tadi saya buka lagi, 646. Suku data yang ada di saya 704 lebih tapi ada 1108. Ini sebetulnya kekuatan kita. Kalau kita bisa merawat dan menjaganya,” tutur Jokowi.

Popular Posts

Powered by Blogger.